PSIKOBLOGI

ngobrol ngalor ngidul dengan psikologi

Permainan (game) di dalam kelas

diposting oleh ceplukim-fpsi10 pada 25 March 2014
di Psikologi Pendidikan - 0 komentar

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan pembelajaran di kelas adalah dengan cara mengemas materi dengan permainan. Tidak perlu repot-repot harus mengadakan alat-alat penunjang permainan segala. Cukup dengan memanfaatkan apa yang ada di lingkungan kelas maupun sekolah.

 

Hal ini memang sangat memerlukan kreativitas seorang guru/fasilitator. Karena sesungguhnya tantangan utama di dalam kelas lebih mengarah kepada bagaimana bisa mengatasi kejenuhan. Atau harus dapat mengembalikan kembali konsentrasi mereka setelah beberapa puluh menit pelajaran berlangsung. Berikut ini ada beberapa pengalaman penulis dalam menerapkan permainan yang diintegrasikan dengan pelajaran.

 

Ada poin-poin penting yang perlu diperhatikan, ketika ingin membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menarik, diantaranya:

  1. Kuasai materi sebelum memulai

Hal ini penting dilakukan, agar guru sebagai penyaji materi tidak gelagapan di dalam kelas. Penguasaan materi akan terbantu dengan adanya persiapan sebelum mengajar. Setidaknya membaca kembali materi pelajaran yang akan disampaikan perlu dilakukan. Ini akan sangat membantu dalam pengemasan materi selanjutnya.

 

Persiapan yang dilakukan, selain materi juga mempersiapkan peralatan, atau pun merencanakan apa saja yang akan dilakukan pada jam pelajaran. Selain itu perlu dipersiapkan tools yang dapat membantu selama materi yang diberikan berlangsung.

 

2. Ciptakan suasana nyaman sejak menginjakkan kaki di kelas

Belumlah cukup hanya dengan perencanaan. Sesuatu dikatakan sukses jika memang pada eksekusinya berhasil. Ruang kelas adalah lahan untuk melakukan eksekusi. Di sinilah kesuksesan ditentukan.

 

Langkah awal yang dapat diambil adalah dengan menciptakan suasana yang dinamis. Lakukan beberapa hal sederhana yang dapat mengarahkan kepada situasi tersebut. Langkah-langkah sederhana itu bisa dibaca pada rangkaian artikel sebelumnya, tentang hypnoteaching.

 

3. Take action!

Inilah saatnya beraksi. Permainan yang dapat dilakukan adalah permainan sederhana dan melibatkan lingkungan belajar. Tidak perlu mahal-mahal, gunakanlah semua sumber daya yang ada di sekeliling.

 

Sekali lagi, dalam mengemas permainan untuk pembelajaran diperlukan kejelian dan kreativitas dari sang guru. Bagi yang belum percaya diri dengan kemampuan kreativitas dan kejeliannya, tidak perlu khawatir, itu bisa dilatih. Asal ada kemauan untuk berusaha melakukannya. Satu atau dua kali mungkin akan menemukan kegagalan. Namun itu akan menjadi pengalaman berharga untuk perbaikan selanjutnya.

 

Baiklah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Pertama, persiapan itu penting. Anda harus mengenali dan memahami materi apa yang akan diberikan. Karena ini akan berpengaruh kepada pemanfaatan sumber daya apa yang dapat digunakan untuk merancang permainan. Contoh, misalnya pada pelajaran matematika. Pada waktu itu saya diminta oleh guru kelas enam SD untuk memberikan materi tentang menghitung skala. Saya pelajari terlebih dahulu materinya. Menghitung skala identik dengan peta, dari sana saya langsung membuat list kira-kira kegiatan apa yang akan dilakukan.

 

Kedua, jeli melihat sumber daya di sekeliling. Ini penting juga, karena ini akan berkaitan dengan alat penyokong kegiatan apa yang akan dilakukan. Terkait dengan tugas saya untuk memberikan materi tentang menghitung skala. Kebetulan pada saat itu di dinding kelas terdapat banyak peta yang dibuat oleh para siswa. Termasuk ada satu peta dunia yang tergatung di depan kelas, kondisinyapun sudah berdebu. Akhirnya saya berinisiatif untuk menggunakan itu semua. Agar gambar-gambar tersebut tidak hanya menjadi pajangan belaka.

 

Saya membagi mereka ke dalam beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 4-5 orang. Tujuan dari pembagian kelompok ini adalah untuk menyelesaikan dari project yang akan diberikan. Mereka diumpamakan sebagai sekelompok ahli peta yang ingin mengukur jarak sebenarnya. Yaitu dengan menentukan dua titik kota-kota dalam suatu negara. Kemudian mereka mengukur kedua jarak tersebut dengan menggunakan penggaris. Setelah itu, barulah mereka mengukur jarak sebenarnya dengan mengonversikan dengan skala yang ada di peta. Voila! Jadilah mereka seorang ahli peta.

 

Dari permainan tersebut, ada banyak pelajaran yang diambil. Siswa dapat secara langsung mengerti penggunaan sebenarnya dari materi. Selain itu, tidak hanya pelajaran matematika saja yang dipelajari, mereka juga sekaligus belajar tentang geografi. Atau bisa disambungkan dengan cita-cita mereka.

 

Selamat mencoba!      

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :