PSIKOBLOGI

ngobrol ngalor ngidul dengan psikologi

Hypnoteaching: Panduan untuk Menjadi Guru yang Keren! (part 2)

diposting oleh ceplukim-fpsi10 pada 03 March 2014
di Psikologi Pendidikan - 0 komentar

Oke sesuai janji, artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya, tentang hypnoteaching. Kali ini ane bakalan membagikan tentang gimana caranya menciptakan suasana kelas/tempat belajar yang nyaman dan rileks. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan membuat suatu permainan (game) dalam menyajikan materi tersebut. Selain itu, buat situasi sebelum pelajaran, ketika pelajaran, dan setelah pelajaran yang membuat anak-anak rileks. Atau bisa juga dengan menciptakan situasi yang dinamis di dalam kelas. Nah sekarang ane bakal bagikan pengalaman selanjutnya secara terperinci... keep on touch in this article, come on bybe!

 

Kedua, tempat belajarmu, belajarku, dan belajar kita semua!

Menciptakan suasana yang rileks dan nyaman. Artinya membuat kita dan peserta didik menjadi lebih betah untuk menghabiskan waktu beberapa jam selanjutnya. Memang mudah-mudah gampang... hehehe. Karena dengan suasana yang membuat betah berarti kenyamanan sudah didapatkan. Kalau sudah nyaman dan rileks, maka materi atau apapun yang diberikan mudah masuk. Gambarannya seperti jika agan punya hobi tertentu, agan akan betah untuk berlama-lama menghabiskan waktu untuk melakukannya. Bahkan ketika memang waktunya tidak memungkinkan, agan akan merindukannya untuk segera melakukannya kembali. Segala informasi yang berkaitan dengan hobi agan akan dicerna sampai dilakukan. Bener gak? Hehehe.

 

Di sanalah tantangan utamanya. Agan mesti bisa menciptakan suasana seperti itu. Beberapa hal kecil bisa dilakukan untuk menciptakan hal tersebut. Oke, let’s see...

 

Tanyakan kabar mereka di luar kebiasaan.

Berikan kata-kata motivasi yang menyugesti!

Katakan ‘hello/hai’ dan ‘hai/hello’

Kesan pertama akan menjadi kunci berhasil tidaknya suatu pertemuan. Berikan kesan yang enerjik pada jam-jam awal. Tanyakan kabar mereka dengan cara yang luar biasa. Tanyakan ‘bagaimana kabarnya hari ini?’ secara umum mereka akan menjawabnya ‘baiiik.’ Agan hanya perlu memodifikasi jawaban dengan meminta anak didik agan untuk menjawab dengan kata ‘luuuaarrr biasaa!’ dengan gerakan yang semangat. Misalnya dengan memutar-mutar tangan lalu membuat gerakan seperti melempar tangan ke atas.

 

The power of greeting!

Poin penting juga, ketika agan akan memulai pelajaran, berilah sugesti positif. Sederhana saja, misalnya di awal pelajaran, tanyakan kepada mereka ‘mau apa kita hari ini?’ lalu mintalah kepada mereka untuk menjawab ‘belajar dan bersenang-senang.’ Akan lebih menarik jika jawaban itu disertakan dengan gerakan sederhana. Kata tersebut juga bisa dijadikan sebagai jargon ciri khas agan ketika akan memulai pelajaran.

Lanjut...

Satu lagi, jika misalkan agan akan menyajikan pelajaran matematika. Agan bisa memberikan suatu sugesti positif lagi. Katakan bahwa ‘matematika itu mudah.’ Lalu ulagilah. Katakan ‘Jadi matematika itu mu...’ gantungkan kalimat agan, biarkan para murid menjawab ‘mudah...

Pernah mendengarkan sapaan yang sederhana ini? saat agan mengatakan ‘hai’ para murid dapat menjawabnya dengan ‘hello’. Agan bisa menambahkan variasi dalam sapaan tersebut. Misalnya dengan sapaan ‘hai...hai..hello’, maka para murid dapat menjawabnya dengan ‘hello..hello..hai

 

Ternyata cara sapaan seperti ini cukup efektif untuk digunakan, sila agan coba...

Penggunaan: saat di awal jam pelajaran, maupun di saat jam pelajaran akan berakhir, atau opsional.

Penggunaan: paling sering digunakan saat mengawali pelajaran sebelum dimulai.

Penggunaan: bisa dilakukan untuk menyapa diawal pertemuan, tengah, dan akhir.

Fungsi: menyertakan afeksi terhadap anak didik agan, bahwa agan perhatian dengan mereka. Menggugah semangat mereka, juga menciptakan sesuatu yang dinamis.

Fungsi: sebagai sugesti yang bisa mengarahkan pikiran mereka pada pikiran positif. Membuat pikiran mereka lebih rileks tentang pelajaran yang akan dihadapi.

Fungsi: sebagai sapaan akrab dengan anak-anak, sebagai alat untuk memusatkan perhatian saat anak-anak mulai ribut, dan bisa digunakan ketika anak-anak mulai jenuh.

 

Oke... itulah beberapa hal yang bisa digunakan sebagai pembuka pelajaran. Usahakan, lakukan semuanya dengan gaya yang dinamis. Sambil melakukannya, agan bisa sambil berkeliling memutari kelas. Tapi hati-hati jangan sampai over action, malah nanti agan kecapekan duluan sebelum pelajaran selesai...  jangan lupa juga, untuk menyertakan afeksi agan sebagai fasilitator, karena afeksilah yang akan menambah kelekatan agan dengan murid-murid. So, mereka akan lebih merasa agan adalah fasilitator yang keren.

 

Belum cukup sampai di sini, ada tantangan lain ketika agan harus bertahan pada beberapa jam berikutnya. Para murid akan dihadapkan pada kejenuhan. Saat jenuh, pecahlah konsentrasi. Agan mungkin sering menemukan murid-murid yang mengantuk di dalam kelas, atau murid-murid yang mengobrol?. Itu sebenarnya wajar saja. Hal itu menantang agan untuk bisa lebih kreatif dalam mengatasi itu semua, sehingga dari mulai sampai akhir pelajaran, murid-murid tetap bisa melek dengan pelajaran yang agan sajikan.

 


 

Berikutnya, ane juga punya pengalaman menarik untuk mengatasi itu semua. Masih tetap setia buat membaca sharing ane? Yuk... tunggu kelanjutannya di artikel mendatang. So, pantengin terus ya up-date-annya :)

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :