PSIKOBLOGI

ngobrol ngalor ngidul dengan psikologi

Petualangan IMSS: 14 Juli 2012

diposting oleh ceplukim-fpsi10 pada 27 July 2012
di Catatan Pagi - 0 komentar

Cerita Masih di Dalam Gerbong Kereta

                        Gerakan kereta seolah menjadi ayunan yang meninabobokan para penumpang. Banyak terlelap namun banyak juga yang terbuka matanya. Bahkan ada yang terlelap namun mulutnya terbuka, sambil mengeluarkan suara-suara ‘sgrokh sgrokh’.

                        Hari itu malam hari dan kami masih di kereta. Stasiun Tasikmalaya baru saja dilewati. Pasundang dengan masih dengan kegigihannya menaiki bukit dengan usaha keras. Jalan di bukit yang menaik dan membelok cukup memberikan sebuah pemandangan dan perasaan yang mencemaskan bagi penumpang di dalam kereta. Terlebih, saat sisi mata menengok ke sebelah kanan, jurang berisikan rumah-rumah penduduk kian menjadi ancaman. Terhasut adegan film-film final destination, yang selalu menyuguhkan kecelakaan dan kematian.

                        Kematian!!

                        Itulah yang tersentak di pikiran dalam posisi itu. Jika saja saat itu ajal menjemput, sudah siapkah kami? Kullu nafsiin dzaa iqatul maut!!

                        Kereta terus merangkak, menghadirkan suara derit-derit karat besi dan sesekali lologannya menggaung di langit alam Sunda. Dan kala itu masih tanggal 13 Juli 2012. Begitu hebatnya Stasiun Kereta Api Kiara Condong menyambut para tamunya yang berdatangan dari sisi pulau yang lain, hawa dingin begitu terasa menusuk kulit.

                        Rombongan pun terus melaju ke tempat kegiatan yang akan di lakukan.

 

Di Sepanjang Jalan Stasiun Kircon-Salman ITB, dalam Angkot

                        Larut malam, begitulah kira-kira saat serombongan angkot pengangkut ‘kontinen’ dari beberapa universitas melaju. Hawa Bandung yang begitu dingin, sanggup membuat para tamunya berusa menyembunyikan diri dalam balutan tebal kain yang dikenakan. Dalam perjalanan, kami disuguhkan oleh pemandangan yang tidak biasa kami saksikan di asal daerah kami, Surabaya.

                        Benar adakalanya, tiada bohong. Pepatah yang berbunyi lain ladang lain belalalang, lain lubuk lain ikannya. Awalnya terlihat beberapa anak muda yang menggunakan motor dengan agak ngebut sejalan dengan angkot yang rombongan tumpangi. Hingga di suatu titik keramaian, tempat dimana adu balapan dan trek-trekan motor. Bisa dikatakan ratusan pemuda, yang mungkin tergabung dalam gank-gank motornya berkumpul ruah, denga bisingnya suara-suara kencang motor yang mereka bawa. Inilah realita! Yang muda, yang berhura-hura, penuh ambisi, mengejar gengsi, dan sangat butuh untuk berafiliasi, dengan sebangsanya.

                        Saat tiba di ITB semua diarahkan untuk menuju tempat bermalam sementara. Yang muda,yang mampu tidur di mana saja. Kendati pun di aula. Tumpah ruah layaknya ikan pindang yang sedang didinginkan dalam suhu Bandung yang super dingin. Bagaimana pun kondisinya, lamanya perjalanan yang ditempuh membuat mata terlelap menunggu datanganya 14 Juli 2012.

Hari Sabtu, Empat Belas Juli Dua Ribu Dua Belas.

                        Usai sholat shubuh di Masjid Salman. Rupanya perut ikut berteriak minta diisi. Sebelum diisi, beberapa anak mulai menyempatkan diri untuk melihat-lihat lingkungan ITB yang tertata apik. Udara sejuk terasa seperti barang mahal yang sangat langka didapatkan di kota asal, Surabaya.

                        Tidak ada kegiatan berarti hari ini. Hanya sekadar beradaptasi dengan cuaca dan hawa, juga lingkungan sekitar Bandung dan ITB. Beradaptasi dengan bahasa Sunda yang terasa halus di telinga, yang sangat terlihat ramah dengan sebutan Aa’ ataupun Teteh, sesekali sapaan Akang turut menuai suasana di Bumi Ganeca dalam Tatar Tanah Sunda.

                        Menjelang siang, rombongan peserta IMSS dari luar daerah berdatangan. Terasa tambah semarak saja. Dan menjelang sore hari, masing-masing rombongan ditempatkan ke tempat penginapan masing-masing. Secara kebetulan atau memang suatu keberuntungan. Bus rombongan yang akan mengantarkan kami ke penginapan menuju arah Jalan Setia Budi. Jalan yang tidak asing bahwa di sana berdiri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung berada. Wilayah yang ramai namun sejuk memberikan kenyamanan tersendiri, yang bersebelahan dengan wilayah Geger Kalong, tempat salah satu pemberdayaan mahasiswa berbasis pesantren, Daarut Tauhid yang didirikan oleh Aa Gym berada. Keberuntungan bertambah, karena jarak tempuh UPI-ITB yang relatif dekat.

                        Saat kami menginjakan kaki di Asrama Isola (Isola Dormitory) UPI, kesan mewah untuk ukuran asrama mahasiswa terasa. Cukup seimbang dengan fasilitas bangunan dan gedung-gedung menjulang yang dimiliki oleh UPI. Sungguh sebuah karunia yang tiada ternilaikan bisa merasakan suasan kampus lain. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?

                                Saat malam bergelanyut, dinginnya malam pun turut memberikan suasana mesra.

 


IMSS kepanjangan dari International Muslim Students Summit, yang telah diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung, tanggal 15-18 Juli 2012 bertajug "Youth, Leadership, Better World." Merupakan suatu acara yang diselengarakan oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) seluruh Indonesia. Di hadiri juga oleh lebih dari 1700 orang perwakilan kampus LDK se-Indonesia, juga perwakilan dari 10 negara luar. 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :