PSIKOBLOGI

ngobrol ngalor ngidul dengan psikologi

Industri Organisasi: Outsoucing dalam Organisasi

diposting oleh ceplukim-fpsi10 pada 30 June 2012
di Nyangkut ke Psikologi - 0 komentar

A. Birokrasi, Sebuah Dilema dalam Organisasi.

            Berbicara masalah bentuk organisasi tentu tidak akan lepas dari birokrasi. Birokrasi dipandang sebagai suatu bentuk organisasi yang termasuk dalam ranah manajemen bagian kontrol. Andrew J. DuBrin (2008) mendefinisikan birokrasi sebagai suatu bentuk organisasi rasional, sistematis, dan tepat yang meliputi peraturan, kaidah, peraturan, dan teknik kontrol yang terdefinisikan secara tepat.

            Birokrasi tidak hanya identik dengan suatu perusahaan ataupun lembaga yang besar. Pada dasarnya setiap kegiatan pengorganisasian pasti akan berhubungan dengan birokrasi. Baik itu organisasi skala kecil, sedang, bahkan besar. Menyadari hal tersebut, terdapat esensi yang terkandung di dalam birokrasi. Esensi tersebut berupa adanya tingkatan otoritas, kesatuan perintah, pengkhususan tugas, kewajiban dan hak pekerja, pendefinisian tanggung jawab manajerial, dan batasan dan fungsi dari para staf (DuBrin, 2008).   

            Banyaknya perusahaan yang berhasil dengan produk yang mereka kembangkan, seperti Intel, Ford Motor Company, ataupun berdirinya universitas-universitas yang telah mencetak lulusan-lulusan pembuat produk teknologi merupakan salah satu contoh kecil hasil diterapkannya birokrasi. Karena di dalam perusahaan-perusahan ataupun universitas tersebut terdiri dari ribuan manusia yang bahu membahu mewujudkan produk-produk tersebut. Sehingga membuat pengorganisasiannya lebih kompleks, dan dibutuhkan suatu cara untuk mengkordinasikan usaha/karya orang-orang tersebut. Di sinilah birokrasi tersebut berperan.

            Di samping kelebihan yang ditawarkan oleh adanya birokrasi, tentunya terdapat pula kelemahan. Jika melihat esensi dan definisi yang terkandung di dalam birokrasi, maka terlihat bahwa birokrasi identik dengan seperangkat peraturan yang terarah secara vertikal (atasan-bawahan). Adanya birokrasi tersebut membuat suatu kekakuan dalam mengatasi permasalahan dan manusia, sehingga peraturan dan kewajiban yang telah ditentukan tersebut kadang menciptakan suatu ketidaknyamanan dan ketidakefisienan. Selain itu, seringkali dalam membuat keputusan harus didasarkan kepada atasan/orang yang kedudukannya lebih tinggi dalam organisasi. Akibatnya pengambilan keputusan yang lambat dan terbatasnya pengaruh individu dalam pengembangan performa organisasi memunculkan frustasi dan kepuasan kerja yang rendah pada level karyawan tingkat bawah.

            Melihat keuntungan dan kekurangan birokrasi, perlu ada tindakan lanjut untuk meminimalisasi kekurangannya. Untuk itu diperlukan adanya modifikasi-modifikasi tertentu untuk menambah keuntungan dari birokrasi tersebut.

 

B. Modifikasi dalam Menyikapi Kelemahan Birokrasi

            Perlu ditekankan kembali bahwa dalam menjalankan suatu organisasi, peran serta manajemen sangat diperlukan di sini. Organisasi ibarat sebuah kapal dengan segala isinya, dan manajemen ibarat kompas yang akan menunjukkan arah. Berbicara manajemen tentunya akan sangat kental dengan fungsi-fungsi manajemen. Planning, Organizing, Actuating, Leading, dan Controlling.

            Dalam makalah ini, yang akan menjadi titik tekan adalah pada fungsi kontrol (controlling). Kontrol organisasional mengarah kepada proses sistematis pada aktivitas yang dilakukan oleh organisasi agar konsisten dengan harapan yang telah ditetapkan yang tertuang dalam rencana, target, dan standar pelaksanaan (Daft, 2008). Masih di dalam bukunya, Daft (2008) mengutip pendapat Douglas S. Sherwin (1956), “The essence of control is action wich adjust operations to predetermined standars, and its basis is information in the hands managers.” 

            Menyinggung permasalahan tentang birokrasi dalam hubungannya dengan salah satu fungsi manajemen yaitu kontrol, bahwa kontrol terhadap karyawan sangat diperlukan. Semakin banyak karyawan maka akan semakin banyak lapisan dalam struktur organisasi. Hal ini akan cukup membuat kontrol relatif sulit, dan juga akan semakin menyulitkan birokrasi.

            Dalam manajemen kontrol, terdapat fokus kontrol organisasi yang meliputi tiga hal feedforward control/preventif or preliminary control, concurrent control, feedback control  (Daft, 2008). feedforward control berfokus kepada manusia, material, dan sumber daya fianansial yang masuk ke dalam organisasi. Concurrent control menilai kegiatan yang tengah terjadi, mengarahkan pada standar performa, dan mencakup juga kaidah dan peraturan untuk memandu tugas dan kegiatan pekerja. Sedangkan feedback control berfokus kepada hasil organisasi.  

            Dalam menjalankan fungsinya, organisasi tentu saja akan melakukan suatu kegiatan/proyek tertentu yang harus dilakukan. Tidak jarang penyelesaian suatu kegiatan/proyek tersebut akan memerlukan pendanaan baru, atau bahkan memerlukan pekerja. Dalam proses selanjutnya pun akan diperlukan banyak fokus kontrol yang harus dilakukan. Hal tersebut akan berakibat pada melebarnya struktur organisasi, yang pada kelanjutannya akan berpengaruh pada birokrasi yang sangat rigid tersebut.

            Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan modifikasi pada birokrasi organisasi.  Ada tiga pendekatan yang hampir mirip untuk menyederhanakan struktur organisasi, yaitu flat structure, downsizing, dan outsourcing (DuBrin, 2008). ketiga pendekatan ini memiliki fungsi utama untuk mengurangi jumlah lapisan dalam organisasi.

            Pendekatan yang paling sering didengar dan paling mudah di temukan, khususnya perusahan-perusahaan adalah outsourcing. Outsourcing  merupakan praktik mempekerjakan individu atau perusahaan lain di luar organisasi untuk melakukan pekerjaan di dalam organisasi (DuBrin, 2008). Suatu perusahaan atau organisasi dapat mengurangi kebutuhan pekerja dan asset fisik, juga mengurangi biaya upah pekerja.

 

C. Contoh Kasus

            Di Universitas Airlangga, dalam menjalankan organisasinya tidak ditangani seluruhnya oleh pihak internla organisasi. Ada beberapa hal yang di-outsourcing-kan kepada pihak luar. Diantaranya adalah masalah keamanan parkir. Unair memercayakan masalah keamanan parkir kepada pihak secureparking yang menangani hal-hal seperti pemberian karcis mobil-mobil yang masuk dan keluar lingkungan universitas dan lain-lain.

 

Rererensi:

 

DuBrin, Andrew J. (2008). Essentials of Management. South-Western College Pub; 8 edition

Daft, L. Richard, (2008). Management. 8 ed, Thomson South Western. USA

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :