PSIKOBLOGI

ngobrol ngalor ngidul dengan psikologi

Psikologi Pendidikan: Mengenal Pendidikan di Indonesia

diposting oleh ceplukim-fpsi10 pada 30 June 2012
di Nyangkut ke Psikologi - 0 komentar

MODEL-MODEL PENDIDIKAN

1. Definisi Pendidikan

            Kleis (1974) memberikan pandangannya terkait dengan pendidikan, yaitu sejumlah pengalaman yang dengan pengalaman tersebut, seseorang atau kelompok orang dapat memiliki sesuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami. Pengalaman tersebut terjadi karena adanya interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya.

            Pandangan lain terkait denganpendidikan, dikemukakan juga oleh Axiin (1974), dia membuat penggolongan program-program kegiatan yang termasuk ke dalam pendidika formal, nonformal, dan informal. Dia menggunakan kriteria adanya atau tidak adanya kesengajaan dari kedua pihak yang berkomunikasi dalam membuat penggolongan tersebut. Penggolongan tersebut meliputi pihak pendidik (sumber belajar atau fasilitator) dan pihak peserta didik (siswa atau warga belajar).

 

2. Model-Model Pendidikan

            Combs (1973) mengemukakan bahwa model pendidikan terabagi tiga sesuai dengan jalurnya:

a. Pendidikan formal yaitu kegiatan  yang  sistematis,  berjenjang, termasuk   ke dalamnya   ialah   kegiatan   studi   yang   berorientasi akademis  dan  umum,  program   spesialisasi,  dan  latihan  professional,  yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

 

b. Pendidikan informal yaitu proses yang berlangsung sepanjang usia merupakan pengalaman  hidup  sehari-hari,  pengaruh  lingkungan termasuk di dalamnya adalah pengaruh  kehidupan keluarga, hubungan dengan tetangga, lingkungan pekerjaan dan media massa.

 

c. Pendidikan nonformal yaitu setiap kegiatan teroganisasi dan sistematis, di luar sistem  persekolahan yang, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan  yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mancapai tujuan belajarnya.

            Contoh pendidikan nonformal ini paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Alquran, yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja. Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Program - program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF); Pendidikan Kesetaraan A, B, C; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Magang; dan sebagainya Lembaga PNF yaitu PKBM, SKB, BPPNFI, dan lain sebagainya

 

3. Aspek-Aspek dalam Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal

            Combs (1973) menilai beberapa aspek;

No

Aspek

Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal

1

Aspek Peserta Didik

  1. Peserta didik pada satuan pendidikan formal berusia pada usia sekolah.

 

  1. Peserta didik pada satuan pendidikan nonformal dan informal berusia minimal 3 tahun di atas usia sekolah, khusus untuk peserta didik PAUD berusia 0 – 6 tahun.

2

Aspek Kegiatan Pendidikan

  1. Kegiatan pendidikan formal berbentuk kegiatan belajar mengajar yang terstruktur dan berjenjang.

 

  1. Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

3

Aspek Satuan Pendidikan

 

  1. Satuan pendidikan formal menggunakan kurikulum ditetapkan oleh pemerintah

 

  1. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan.

4

Aspek Satuan Hasil

  1. Hasil pendidikan formal tidak perlu melalui proses penilaian penyetaraan dari lembaga manapun karena telah mengacu kepada standar nasional pendidikan

 

  1. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu kepada standar nasional pendidikan.

5

Aspek Pengawasan

  1. Pengawasan pada pendidikan formal dilakukan oleh pengawas satuan pendidikan

 

  1. Pengawasan pada pendidikan nonformal dilakukan oleh penilik satuan pendidikan

6

Aspek Pengelolaan

  1. Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditujukan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas sedangkan pada jenjang pendidikan tinggi menerapkan otonomi perguruan tinggi untuk mendorong kemandirian dalam pengelolaan akademik, operasional, personalia, keuangan dan area fungsional kepengelolaan lainnya yang diatur oleh masing-masing perguruan tinggi

 

  1. Pengelolaan satuan pendidikan pada satuan pendidikan nonformal dan informal menerapkan manajemen berbasis masyarakat dan kondisional lembaga.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :