PSIKOBLOGI

ngobrol ngalor ngidul dengan psikologi

Dukun = Psikolog???

diposting oleh ceplukim-fpsi10 pada 26 June 2012
di Nyangkut ke Psikologi - 0 komentar

Kuliah di psikologi tuh beda ama kuliah di akademi perdukunan. Apa pasal??, mungkin sekadar beranjak dari pengalaman. Banyak yang menyangka orang psikologi kayak dukun. Terlebih hal tersebut sangat terasa saat pertama kali berkenalan dengan orang baru. Saat nyampe di pembahasan tentang kuliah mana, pastilah ujung-ujungnya kesampean hal yang jadi unek-unek saya ini. 

 

"Kuliah di unair, jurusan psikologi."

 

"Wah, bisa baca kepribadian saya dong, bisa itu dong, bisa ngini, bisa ngono... bl bla bla."

 

What's wrong? yups... di sini sekadar ingin berbagi saja, sekaligus ingin memberikan pencerahan sama teman-teman mungkin. Sebenarnya anggapan orang tersebut nggak terlalu masalah juga, hanya saja kalo terus menerus dibirkan bisa berabe dong.

 

Kalau saya analisis (secara mendangkal), anggapan masyarakat kepada psikologi yang seolah-olah 'bisa meramalkan'lah yang membuat seorang secara tidak langsung disamakan seperti dukun. Yups, dukun bisa meramal dengan jampi-jampinya, dan psikolog juga bisa meramalkan dengan 'jurus rahasianya'. Dan itulah yang menjadi persepsi masyarakat kebanyakan ini, termasuk kebanyakan teman-teman yang beranggapan begitu.

 

Timbul pada sebuah pertanyaan di benak saya?? lha, kalau cuma meramal kenapa harus kuliah di jurusan psikologi. Kenapa nggak kuliah di akademi perdukunan saja... :D

 

Hal utama yang perlu ditekankan bahwa psikologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah. Perbedaan mendasarnya mungkin di sini antara ilmu perdukunan dengan psikologi. Jadi mungkin, dukun meramalkan memakai jampi-jampi, atau memakai bantuan makhluk halus. Tidak demikian halnya dengan psikolog. Dalam menghasilkan suatu analisis terhadap seseorang, psikolog memakai cara-cara tertentu sesuai dengan ilmunya. Cara-cara seperti observasi, wawancara, dan lain-lain berlaku di sini.

 

"Psikologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah." 

 

Jangan dibayangkan seorang psikolog bisa menerawang begitu saja ke dalam diri seseorang. Ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan proses mental pada manusia. Manusia di sini dikhususkan pada analisis individu (ini juga yang membedakan dengan sosiologi). Jadi seorang psikolog menentukan diagnosanya dari suatu perilaku yang nampak. Nah perilaku yang nampak tersebut kemudian dianalisis disesuaikan dengan kententuan-ketentuan yang ada berdasarkan dari hasil penelitian dan teori-teori sebelumnya.

 

Kasarannya, 'proses peramalan' yang dilakukan oleh psikolog sebenarnya itu didasarkan pada perilaku dan proses mental yang nampak pada individu. Nah, perilaku dan proses mental yang diamati tersebut dikaitkan dengan hasil penelitian ataupun teori-teori yang telah dibuat berdasarkan cara-cara ilmiah. Jadi gampangannya, beberapa perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang memiliki kecenderungan sikap yang sama pada sebagian besar orang.

 

"Ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan proses mental pada individu."

So, psikolog bukanlah dukun yang bisa meramalkan orang sesukanya... :) perlu cara-cara ilmiah rek...

 


 

*tulisan ini tidak dapat dijadikan referensi ilmiah... :)

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :