PSIKOBLOGI

ngobrol ngalor ngidul dengan psikologi

Pengajaran & Pembelajaran Aktif

diposting oleh ceplukim-fpsi10 pada 26 June 2012
di Nyangkut ke Psikologi - 1 komentar

PENGANTAR

Perkembangan metode pengajaran yang bervariasi memungkinkan terjadinya tranfer ilmu yang lebih efektif dan efisien. Karena hal itu yang terpenting untuk diperhatikan. Metode lama yang telah banyak digunakan, khususnya dalam perkembangan pendidikan di Indonesia, banyak mengadopsi teacher center. Guru diposisikan sebagai pemberi, sedangkan murid hanya bertindak sebagai penerima (receiver) apa yang disampaikan oleh guru. Pada kondisi demikian, murid hanya menerima saja apa yang disampaikan oleh guru. Sehingga peran pasif yang murid dapatkan. 

Namun akhir-akhir ini, banyak digunakan metode active teaching, yang mana antara murid dan guru saling bahu membahu membaut sebuah proses pembelajaran lebih dinamis. Active learning telah mendobrak format pengajaran tradisional dan merubah metode dari setiap instruksi yang disampaikan. Murid tidak hanya diposisikan sebagai penerima pengetahuan dari guru, namun juga mendapat peran aktif dalam proses pendidikan mereka.

Kelebihan yang ditawarkan dengan adanya peran aktif dari murid ini sendiri diantaranya tingginya tingkat partisipasi yang mereka lakukan, memungkinkan untuk mengeksplorasi pengetahuan oleh mereka sendiri. Sehingga meraka akan lebih dapat paham dan lebih melekat lebih lama terhadap meteri yang disampaikan. Selain itu mereka akan mendapatkan banyak pemahaman dan perspektif baru dalam memahami materi yang disampaikan.

Namun tentunya ada banyak hal yang masih kurang dari metode tersebut. Makalah ini memberikan pengetahuan sedikit banyak terkait penerapan active teaching yang terjadi di lapangan. Pada bahasan ini digambarkan teori-teori yang berkaitan dengan active teaching dan juga hasil tinjauan langsung penulis terkait penerapan metode ini di salah satu SMA. Sehingga dapat memberikan gambaran secara teori dan riil metode yang mulai banyak digunakan di institusi pendidikan formal di Indonesia.

 

A. Active Teaching dan Active Learning

 1. Definisi Active Teaching dan Active Learning

   Pengajaran aktif (active teaching) erat kaitannya dengan pembelajaran aktif (active learning). Keduanya melibatkan penggunaan strategi yang memaksimalkan kebutuhan interaksi (Robson). Teknik pengajaran aktif ini bertujuan untuk membuat murid aktif dalam partisipasi belajar. Active teaching berkaitan erat dengan strategi pembelajaran (teaching strategies) yang merujuk pada struktur, sistem, metode, teknik, prosedur, dan proses yang guru gunakan saat melakukan instruksi pengajaran (Jones and Bartlett Publisher, LLC).

  Kata aktif di sini merujuk pada bagaimana strategi mengajar dan aktivitas belajar yang diarahkan kepada siswa agar tidak terpaku kepada buku, keluar dari tempat duduk di kelas, keluar dari ruang kelas, bahkan keluar dari cara berfikir mereka yang biasanya. Aktif dalam pengajaran dan pembelajaran berarti membuat murid aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran yang mereka lakukan (Silberman, 1996; Buehl, 2001).

  Hermin & Toth (2006) mengemukakan bahwa banyak individu menjadi pembelajar yang baik dan cakap dalam kemampuan (skill) dikarenakan mereka mempraktekan apa yang mereka dapatkan. Hal tersebut memberikan penekanan akan pentingnya active teaching yang melibatkan pembelajaran aktif. 

  Active teaching secara otomatis harus diimbangi oleh active learning. Secara inti pengajaran aktif adalah pengajaran yang membuat murid dapat belajar secara aktif dengan berbagai strategi dan metode yang akan diberikan. Salah satu strategi active teaching yang dilakukan dalam membuat active learning adalah dengan cara membuat kelompok kerja kecil, studi kasus, diskusi, role play, studi lapangan, dan lain-lain.


2. Karakteristik Kunci dalam Active Teaching dan Active Learning

  Keuntungan utama dari pembelajaran dan pengajaran aktif pada siswa:

Tingkat partisipasi yang tinggi

Siswa menggunakan pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya atau pengetahuan dalam memahami suatu materi baru dan saling menghubungkannya.

Pemakaian perspektif dan posisi yang baru, hal ini bisa terlihat dari adanya kelompok kerja kecil ataupun role play. Siswa akan mengalami diskusi dengan teman-temannya yang lain. Hal tersebut dapat merefisi sudut pandang yang telah dimilikinya

Contestation of values and assumptions from different disciplines

Keterbukaan dengan respek untuk belajar mempelajari hasil

Dukungan/bantuan dari teman sebaya dan pembelajaran dnegan teman sebaya

Refleksi kritis dalam berbuat dan berpengalaman

Kepemilikan tanggung jawab yang lebih besar untuk belajar

Mengembangkan kemampuan komunikasi secara umum (misal: mendengarkan, berdebat, dan berkolaborasi)

Adapun kekurangan dari pembelajaran dan pengajaran aktif, yaitu:

• Kurangnya waktu yang diperlukan

• Kelompok siswa mengalami disfungsional

• Hambatan emosional kemungkinan akan besar

• Pengalaman yang didapatkan hanya menekankan kepada beban dari pemikiran abstrak

• Menurunnya akses murid untuk memperoleh keahlian yang dimiliki guru

• Guru mungkin merasa siswa kurang terlalu mahir atau kurang percaya diri.

 

B.  Teori-Teori yang Mendukung Active Teaching & Learning

 1. Teori Sosiokultural Vygotsky

            Vygotsky memberikan tiga inti pandangannya, terkait dengan Teori Sosiokultural yang dia kemukakan (Tappan, 1998):

  • Kemampuan kognitif  anak dapat dipahami apabila dianalisa dan diintepretasikan secara perkembangan (developmental).
  • Kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa, dan bentuk diskursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransformasi aktivitas mental.
  • Kemampuan kognitif berasal dari relasi sosial dan dipengaruhi oleh latar     belakang sosiokultural.

            Hal inti lainnya dari teori Vygotsky yang patut diperhatikan adalah Scaffolding, yaitu teknik untuk mengubah level bantuan untuk belajar, agar mencapai zona perkembangan proksimalnya. Zone of Proximal Developement (ZPD) adalah serangkaian tugas yang terlalu sulit untuk dikuasai anak secara sendirian. Akan tetapi dapat dipelajari dengan bantuan orang dewasa atau anak lain yang lebih mampu (Santrock, 2007).


2. Belajar dari Pengalaman (Learning from Experience)

Model pembelajaran berbasis pengalaman (learning by doing) Kolb (1984) didasarkan pada bentuk siklus dan menyarankan bahwa untuk gaya belajar mendalam (deep learning) agar dapat menghasilkan serangkaian aktivitas yang diperlukan untuk dapat dikumpulkan dalam suatu tempat.

Kolb (1984) tertarik dengan konsep ‘deep learning’ dan ‘surface learning’. Murid mempelajari materi pelajaran dengan cara yang membantu mereka memahami makna materi tersebut (deep learning), atau hanya sekadar mencari-cari apa yang perlu untuk dipelajari (surface learning) (Marton, Hounsell, & Entwistle, 1984 dalam Santrock, 2007).

David Kolb (1984) mengemukakan siklus belajarnya:

Berdasarkan model tersebut, pembelajar dapat memulai dari poin manapun dalam siklus tadi (tergantung gaya belajar yang diinginkan olehnya) tetapi keempat poin tersebut penting untuk dilalui guna menyempurnakan pembelajaran yang bermakna. 

C. Peta Konsep


 


 

DAFTAR PUSTAKA

Bronfenbrenner, Urie. 1979. The Ecology of Human Development. United States of America. Harvard University Press

Buehl, D. 2001. Classroom Strategies for Interactive Learning, 2nd ed. Newark, DE: International Reading Asosiation.

Hermin, M., and M. Toth. 2006. Inspiring Active Learning: A Complete Handbook for Teachers. Alexsandria. VA: Association for Supervision & Curriculum Development (ASCD).

Santrock, John W. 2007. Psikologi Pendidikan (Terj), edisi kedua. Jakarta. Kencana Prenada Media Group.

Silberman, M. 1996. Active Learning: 101 Strategies to Teach any Subject. Needham Heights, MA: Allyn & Bacon

_________. 2005. Active Teaching-Active Learning teaching technique and tools. Oregon State University.

_________. Chapter 9: Active Teaching Strategies and Learning Activities. Jones and Bartlett Publisher. LLC.

Minnesota State Colleges and Universities.__.  Active Teaching. Diakses pada tanggal 24 Juni 2012 dari http://vfc17.project.mnscu.edu/index.asp?Type=B_BASIC&SEC=%7BD7997589-9F56-44F6-8E85-96292AC0E633%7D

Robson, Jocelyn.__. Active Teaching and Learning. Diakses pada tanggal 24 Juni 2012 dari http://w3.gre.ac.uk/~bj61/talessi/atl.html

1 Komentar

Winda Rahmadany

pada : 31 October 2012


"mau tanya. untuk mendapatkan buku2 sbg referensi pembelajaran active learning itu cri di mn ya ?
hhe mohon bantuanya..krn penting :) terimaksih sebelumnya"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :