PSIKOBLOGI

ngobrol ngalor ngidul dengan psikologi

PUISI: Dengan Tuhan Aku Bicara

diposting oleh ceplukim-fpsi10 pada 11 June 2012
di Puisi - 0 komentar

Tuhan...Aku tahu, dunia ini begitu kelam. Hanya kebencian dan keserakahan yang tiap kali jadi makanan. Dan aku pun tahu, anak-anak di sana penuh ratap dan tangis, di sana Tuhan, di bawah kolong jembatan. Mereka berkeliaran di jalan-jalan, seputar kelokan, dan Tuhan di sana mereka tanpa keamanan. Begitu banyak kekerasan yang jadi makanan bagi mereka Tuhan.


Dan aku inginkan engkau mendengarkan Tuhan... Bahwa di sudut beton-beton indah tempat mereka bersemayam, penuh canda tawa dan guyonan. Saya tidak tahu Tuhan, apakah nurani mereka masih berjalan?? yang aku tahu hanyalah, mereka akan mendatangi kolong-kolong jembatan, sudut kumuh kehidupan, dan tempat-tempat pembungan sampah hasil dari ketidakpuasan. Untuk menyerukan "aku akan menjadi pahlawan untuk kalian!", dan parahnya Tuhan, aku pun sering kali termakan bujuk rayuan. Terlebih bagi mereka yang hidup di kolong-kolong jembatan, sudut kumuh kehidupan, atau di tempat-tempat pembuangan hasil dari ketidakpuasan.


Dan Tuhan, kumohon di sini engkau tetap mendengarkan... Meminta tolong kepada selain mereka yang duduk di sudut-sudut beton pun tanpa ada balasan. Entahlah, bagi mereka mungkin hidup ini terlalu indah untuk mengurusi selain dirinya, sejatinya. Dan saat usaha yang dilakukan sendiri, seringkali menjadi hinaan dan cacian. Itu keluar dari mulut-mulut mereka yang selalu mengunyah kenikmatan.

Aku sangsi Tuhan... aku sangsi, jikalau Engkau mengarunia aku hidup seribu tahun lagi. Dalam kehidupan yang penuh kemunafikan, dan kelicikan. Aku sangsi jikalau benar diriku akan bertahan hidup. Aku sangsi andai jiwa ini masih tahan dengan himpitan keserakahan.

Bebaskanlah aku Tuhan... bebaskanlah...

dalam ruam permasalahan, Senin 28 Mei 2012.06.18 AM 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :