PSIKOBLOGI

ngobrol ngalor ngidul dengan psikologi

Film: Rumah Tanpa Jendela

diposting oleh ceplukim-fpsi10 pada 19 March 2012
di Film - 0 komentar

Cover Film Rumah Tanpa JendelaProduser: Intan Ophelia, Aditya Gumay, Michael Short, Seto Mulyadi, Adenin Adlan

Sutradara: Aditya Gumay

Penulis: Adenin Adlan, Aditya Gumay, Asma Nadia

Pemeran: Emir Mahira, Aty Cancer, Alicia Djohar, Aswin Fabanyo,Maudy Ayunda, Raffi Ahmad, Yuni Shara, Ozan Ruz, Genta Windi Lestari, Dwi Tasya, Ingrid Widjanarko, Varissa Camelia

Tanggal edar: Kamis, 24 Pebruari 2011

 

Setelah sukses dengan film garapannya berjudul “Emak Ingin Naik Haji”, kembali Aditya Gumay memvisualisasikan dan mengangkat ke layar lebar karya dari Asma Nadia. Kisah yang diangkat dari cerita pendek berjudul “Jendela Rara” mengisahkan tentang seorang anak perempuan bernama Rara. Rara seorang anak berusia 8 tahun yang hidup bersama ayah dan mboknya (Nenek). Mereka tinggal diperkampungan kumuh di sekitar Menteng Pulo, Jakarta. Sejak dulu Rara mengimpikan mempunyai jendela pada rumah tripleksnya. Ia selalu mengungkapkan hal tersebut kepada ayahnya sebagai tukang sol sepatu dan pedagang ikan, juga kepada teman-temannya.

  Di sisi lain, Aldo anak dari seorang pengusaha kaya yang memiliki keterbelakangan mental memimpikan adanya perhatian dari para penghuni rumah. Ayahnya yang sibuk dengan bisnis, ibunya yang aktif di kegiatan jual beli permata, kakak laki-lakinya yang sibuk dengan grup bandnya, dan kakak perempuannya yang sibuk dengan teman-teman sekolahnya membuat Aldo merasa sendirian. Hanya nenek dan sepasang pembantu suami istrinya lah yang banyak memberikan perhatian kepadanya. Ia memimpikan teman-teman seumuran yang bisa menerimanya apa adanya.

  Pertemuan antara Rara dan teman-teman dengan Aldo bermula saat Rara terserempet mobil yang ditumpangi Aldo. Pada akhirnya hubungan mereka terus berlanjut, sampai terjadi musibah kebakaran yang menewaskan ayah Rara. Aldo pun sempat kabur dari rumah diakibatkan keluarganya sempat menolak keterbelakangan mentalnya. Ending dari cerita tersebut adalah Aldo kembali ke tengah-tengah keluarganya dengan perhatian yang selama ini ingin ia dapatkan. Sedangkan Rara dan mboknya mendapat kebaikan dari keluarga Aldo dengan menempati sekaligus merawat villa keluarga tersebut. Kehidupan Rara dan si mbok menjadi lebih baik, apalagi Asih bude’ (bibi) Rara yang ‘ditolak’ keberadaannya oleh ayah Rara kembali ke tengah-tengah keluarganya.          

  Lagi-lagi penulis bertepuk tangan untuk Aditya Gumay dan Asma Nadia tentunya, setelah sebelumnya sukses menjadikan film berjudul “Emak Ingin Naik Haji” bertengger dalam list salah satu film pavorit penulis. Value yang didapat sungguh luar biasa, berkat kepiawaian penulis cerpen dan kejelian sang sutradara dalam menyuguhkan suatu film berkualitas (dalam kacamata penulis). Memanusiakan manusia, itulah value yang didapatkan penulis, mungkin juga itu amanat yang ingin disampaikan oleh pembuat film.

  Tema yang dipilih dalam film ini dirasakan menggambarkan kondisi sosial budaya di Indonesia. Bagaimana terlihatnya ciri khas permasalahan yang diderita antara orang miskin dan orang kaya. Rara dengan segala kemiskinannya cukup tergambarkan dalam lingkungan tinggalnya yang kumuh, sedangkan Aldo dapat tergambarkannya dengan rumah dan kendaraan mewah serta keluarga kaya yang digambarkan sibuk. Orang miskin tidak kurang kasih sayang karena memiliki orang-orang yang peduli padanya, hanya saja permasalahan mereka terfokus pada kondisi finansial. Sebaliknya orang kaya tidak pusingdengan finansial, yang ada adalah permasalahan kurangnya kasih sayang dan perhatian keluarga.  

  Dari segi alur cerita film, meskipun mengambil alur kronologis, tetapi dapat disajikan dengan apik. Hal ini terasa ketika konflik yang dialami oleh Rara dan Aldo. Saat rumah Rara terbakar dan Aldo mengalami penolakan oleh kakak perempuan khususnya. Sadar maupun tidak, bagian itu telah menyentuh penulis. Keterlibatan emosi sangat terasa dala scene ini, sampai-sampai penulis dan teman penulis menitikkan air mata saat menontonnya (hehehe).  

  Amanat ‘memanusiakan manusia’ yang dikupas oleh film ini terasa cukup mudah untuk dicerna. Penulis rasa inilah yang menjadi daya tarik dari film ini. Tidak berbelit-belit untuk mengemukakan pesan yang ingin dibawa oleh si pembuat film. Karena pada dasarnya dalam cerita tersebut telah terpapar dengan jelas bagaimana cara real memanusiakan manusia.

  Namun penulis sedikit kecewa dengan beberapa watak yang tidak terlalu ‘sreg’ dengan pemerannya. Salah satunya adalah watak Raga (ayah Rara yang diperankan oleh Raffi Ahmad). Mestinya, penulis berfikir bahwa watak yang dimiliki oleh Raga adalah seorang yang sangat mengayomi dan penuh kasih sayang. Rupanya penulis menilai bahwa Raffi kurang dapat chemistri dalam peran tersebut. Kesan yang terlihat dari Raga adalah seorang ayah yang ‘santai-santai’ saja dengan permasalahan yang terjadi. Greget yang terpancar kurang meyakinkan untuk karakter seorang ayah.

  Selain itu, ada beberapa hal yang menurut penulis misterius. Contohnya kedatangan Asih (Bibi Rara) yang datang dan menghilang begitu saja. Meskipun secara tersirat dalam film tersebut Asih digambarkan seorang PSK, namun penulis belum tentu yakin apakah penafsiran seperti itu benar. Dan hal status Asih tidak dapat digambarkan dengan jelas. Karakter dari tokoh utama Rara sendiri tidak terlalu memberikan kesan penderitaan yang dalam (penulis memaklumi karena mungkin pemeran Rara di sini masih anak-anak), sehingga empati yang muncul dari perasaan penonton kurang terlalu bisa ‘termuntahkan’ dengan baik.   

  Secara umum, film Rumah Tanpa Jendela cukup bagus. Jika diberi rating, penulis memberikan delapan dari sepuluh bintang. Hanya saja kualitas dari pewatakan pemerannya saja yang perlu diperhatikan. Selain itu, kedatangan pemeran pendukung seperti Asih perlu diterangkan lebih jauh, supaya kemisteriusannya dapat terjelaskan dengan baik.

  Salut untuk para sineas Indonesia yang terus berkarya untuk kebaikan bangsa dan negaranya. Terus tingkatkan kualitas dunia perfilman Indonesia. 

 

sumber sinopsis: http://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-r017-11-253275/rumah-tanpa-jendela#.T2bsxsXxogd

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :