PSIKOBLOGI

ngobrol ngalor ngidul dengan psikologi

Cara Jitu Menghadapi Psikotes

diposting oleh ceplukim-fpsi10 pada 19 August 2014
di Psikologi Industri Organisasi - 0 komentar

 

Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, “gimana sih caranya agar hasil psikotes bagus?” Atau “ada nggak sih tips dan trik buat menghadapi psikotes?”



Pertanyaan itu mungkin akan terbersit dari beberapa orang yang akan menghadapi psikotes. Terutama untuk keperluan kerja atau tes-tes masuk sekolah. Wajar saja hal itu terbersit, terutama bagi mereka yang baru pertama kali mengikuti psikotes. 

Hal ini didasarkan pengalaman saya sepanjang menjadi tester (orang yang melakukan pengetesan) psikotes pada banyak lembaga sekolah di Jawa Timur. Saya pernah mengenyam magang di salah satu unit terapan di fakultas saya, yang bergerak di bidang terapan psikologi pendidikan.



Pada tulisan ini saya ingin berbagi tentang tips dan trik menghadapai psikotes.

Lebih dahulu saya akan memberikan gambaran apa itu psikotes. Psikotes atau dikenal juga dengan tes psikologi merupakan suatu alat/instrumen berupa serangkaian alat tes yang digunakan oleh para psikolog untuk mengetahui potensi seseorang. Yang kemudian hasil dari tes tersebut akan diberikan skor dan dinormakan, dan dianalisis. Hasil analisis ini akan menjadi panduan buat para psikolog untuk memberikan rekomendasi.



Perlu digarisbawahi, bahwa hasil psikotes (baik itu masih berupa nilai maupun rekomendasi para psikolog) mungkin tidak akan 100% presisi. Karena mengingat berbagai keterbatasan psikolog itu sendiri sebagai manusia dan juga faktor-faktor lain yang mempengaruhi. Ini hanya sebagai alat untuk mengetahui potensi yang dimiliki individu, setidaknya mendekati. Karena memang aspek-aspek psikologis tersebut sangat luas, dan tentunya akan saling berkaitan bahkan tumpang tindih satu dengan lainnya.



Oleh itu sangat wajar ketika ada beberapa orang yang kurang puas dengan hasil psikotesnya. Bahkan sampai ada yang menyanggah bahwa hasilnya itu jauh dari kenyataan yang ia rasakan. Sekali lagi, itu sah-sah saja terjadi, karena bisa jadi itu disebabkan faktor-faktor yang mempengaruhi. Bisa jadi faktor tersebut berasal dari individu itu sendiri, waktu atau tempat, proses pengetesan, hingga mungkin kekeliruan dari psikolognya sendiri.

 

Untuk mengurangi kekurangtepatan dan mengoptimalkan psikotes sebagai alat untuk mengetahui potensi individu, beberapa tips dan trik berikut ini bisa dilakukan:

  1. Mindset individu terhadap psikotes

Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, bahwa psikotes adalah alat/intrumen untuk mengetahui potensi yang dimiliki individu. Seperti halnya sesi pemotretan. Tes-tes yang diberikan jika diibaratkan adalah kamera, pemotret adalah tester psikotes/psikolog itu sendiri, dan model pemotretan adalah individu yang melakukan psikotes. Sedang psikolog adalah ibarat pihak yang mencetak dan menganalisis hasil foto. Sesuai atau tidaknya foto tersebut tergantung dari keterlibatan semua pihak tadi. Semuanya bersinergi dalam menghasilkan hasil psikotes yang optimal. Jika salah satunya kurang tepat dalam melakukan tugasnya, maka hasilnyapun tidak akan optimal.

 

Bagi tester ataupun psikolog mereka merepakan profesional yang dapat dikatakan sudah cukup mahir dan terbiasa di bidang ini. Tapi bagi individu yang menjalani psikotes (apalagi baru pertama kali) terkadang mengalami kecemasan sehingga kurang fokus dan kurang optimal dalam mengerjakan. Rileks saja, tidak perlu cemas. Karena psikotes tersebut hampir sama dengan sesi pemotretan. Bedanya jika sesi pemotretan hasil yang didapatkan berupa gambaran fisik Kamu. Maka hasil dari psikotes adalah gambaran potensi yang Kamu miliki.     

 

  1. Persiapan sebelum psikotes

“Sebelum psikotes harus belajar apa saja?”

 

Tidak perlu belajar apapun. Istirahatlah yang cukup dan hindari stress yang berlebihan dalam menghadapi psikotes. Cukupi asupan makanan dan minuman. Kesehatanpun harus dijaga.

 

Istirahat yang cukup akan membuat badan Kamu fit dalam pelaksanaan tes. Stress yang berlebihan justeru akan menjadi bumerang bagi Kamu, karena akan menyebabkan kecemasan dan bisa kurang fokus dalam mengerjakan. Sehingga bisa menyebabkan hasil yang kurang optimal. Asupan makanan dan minuman yang cukup akan memberikan pemenuhan energi selama tes berlangsung, sehingga tidak akan lemas menghadapi psikotes yang kadang berlangsung beberapa waktu. Badan yang sakit juga berpengaruh besar terhadap proses pelaksanaan tes, jadi harus dijaga. Pada beberapa kasus, tester tidak akan memaksakan mengerjakan atau melanjutkan peserta untuk menyelesaikan psikotes jika tidak mampu karena sakit dan diganti pada kesempatan lain.

Tidak perlu cemas dalam menghadapi psikotes. Salah satu tips yang sering dilakukan dan manjur dalam mengurangi kecemasan adalah berdoa sebelum tes.     

 

  1. Pelaksanaan psikotes

Psikotes ini memiliki beberapa macam tes, yang mana masing-masing memiliki petunjuk dan cara pengerjaan yang berbeda-beda. Juga waktu memulai dan mengakhiri yang berbeda pula. Tester akan memandu Kamu mengerjakan itu semua.

 

Tenangkan diri, perhatikan, dan simak setiap penjelasan serta instruksi yang diberikan oleh tester. Tidak jarang pada beberapa kejadian peserta tes tidak dapat memahami cara pengerjaan setelah waktu pengerjaan dimulai. Hal ini disebabkan karena peserta tidak menyimak dengan baik apa yang diinstruksikan oleh tester.

 

Tidak perlu sungkan, takut, atau malu untuk bertanya kepada tester jika ada yang belum dipahami. Bertanyalah saat instrusksi diberikan oleh tester. Kamu tidak akan diperkenankan untuk bertanya saat waktu pengerjaan tes sudah dimulai. 

 

Kerjakan dengan sebaik-baiknya, percayalah pada diri sendiri dengan tidak melihat pekerjaan orang lain. Jangan lupa berdoa sebelum memulai tes.

 

  1. Setelah psikotes

Berdoalah setelah psikotes, dan tunggu hasilnya.

 

Jika hasilnya sudah didapat, setidaknya itulah gambaran kemampuan dan potensi Kamu dari hasil psikotes. Apapun hasilnya, itu adalah hasil kerja Kamu dalam mengerjakan psikotes.

 

Jika hasilnya menurut memuaskan bagi Kamu, itu adalah potensi dan kemampuan yang dimiliki. Jangan cukup berpuas diri sampai di situ, terus perbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dan optimalkan segala kemampuan yang dimiliki sehingga dapat membuatmu menjadi lebih baik.

 

Jika hasilnya kurang memuaskan, tidak perlu memaksakan. Itulah hasil kerja dan kemampuanmu. Tidak perlu berkecil hati dengan kekurangan-kekurangan yang ada. Perbaikilah kekurangan-kekurangan tersebut, dan fokuslah pada kelebihan-kelebihan yang telah kamu miliki.

 

Apapun hasil yang didapat, yang paling penting bagaimana cara menyikapinya. Semuanya bisa berubah, jika kamu mau mengubahnya.

Semoga bermanfaat.

Lihat juga Ini Dia Alasan Gagal Psikotes

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :